Penerbangan Transpasifik Delta Dialihkan ke Alaska Setelah Insiden Ujaran Rasial oleh Penumpang

Penerbangan Transpasifik Delta Dialihkan ke Alaska Setelah Insiden Ujaran Rasial oleh Penumpang

BY KALUM SHASHI ISHARA Published on March 18, 2026 1 COMMENTS

Federal authorities and Delta Air Lines officials are processing the aftermath of a high-stakes mid-air confrontation today, March 18, 2026, following a weekend emergency diversion that saw a Taipei-bound jet forced onto an Alaska runway. The incident, which occurred aboard a flagship Airbus A350-900, underscores the escalating volatility of unruly passenger behavior and the rigid "zero tolerance" security protocols now enforced across the U.S. aviation industry.

 

{{AD}}

 

Kekacauan di Atas Pasifik

 

Drama dimulai pada Sabtu malam, 14 Maret, di penerbangan Delta DL69, layanan jarak jauh terjadwal dari Seattle-Tacoma International (SEA) menuju Taipei (TPE). Menurut surat pernyataan FBI terbaru yang diajukan di Alaska, suasana memburuk tak lama setelah layanan makan pertama saat pesawat sedang mengudara pada ketinggian 36.000 kaki. Saksi menggambarkan seorang penumpang, yang telah mengonsumsi beberapa minuman beralkohol, memulai serangan verbal yang "ganas" terhadap seorang pramugara senior.

 

Situasi memuncak ketika penumpang itu dilaporkan menyerang kru dengan kata-kata menggunakan "kata N", mengarah kepada kru yang digambarkan sebagai seorang pria kulit hitam yang lebih tua, sebelum mengancam akan "menendang a** [pramugara]" saat tiba di tujuan. Ketegangan meningkat menjadi titik hampir fisik ketika penumpang tersebut diduga "mengayunkan" tinjunya ke arah kru, meskipun tidak terjadi kontak fisik.

 

Foto: AeroXplorer/ Ben S

 

{{REC}}

 

Protokol Keamanan dan Ancaman "Level 3"

 

Menghadapi ancaman kekerasan dan pelecehan rasial, awak kokpit mengaktifkan protokol keamanan "Level 3". Klasifikasi ini, yang dipakai untuk gangguan serius atau perilaku yang mengancam nyawa, mengharuskan penguatan segera dek penerbangan. Pilot dilaporkan menutup akses kokpit dan menyatakan keadaan darurat, memutar jet berbadan lebar itu menuju Ted Stevens Anchorage International Airport (ANC) untuk mendarat tak terjadwal.

 

“The safety of our customers and crew is paramount and Delta has zero tolerance for unruly behavior. We apologize to our customers for this experience and delay in their travels,” Delta Air Lines stated in a formal release regarding the disruption.

 

Surat pernyataan FBI selanjutnya mengungkap kompleksitas interaksi itu: “During the verbal altercation, [passenger] made racial slurs and [flight attendant] made antagonizing comments back to [passenger] in response.” Meski terjadi saling serang secara verbal, pilot-in-command memutuskan bahwa keberadaan penumpang tersebut di penerbangan itu terus menghadirkan risiko yang tidak dapat diterima untuk perjalanan transpasifik selama 14 jam.

 

Foto: AeroXplorer/ Nicolas Williams

 

{{AD}}

 

Dampak Yudisial dan Operasional

 

Saat mendarat di Anchorage, penumpang itu disambut oleh penegak hukum dan dibawa ke tahanan federal. Ia kini menghadapi dakwaan mengganggu anggota kru penerbangan, suatu pelanggaran federal yang dapat mengakibatkan hukuman penjara yang signifikan dan masuk dalam daftar larangan terbang TSA. Setelah menurunkan penumpang yang mengganggu dan menjalani pemeriksaan keamanan, DL69 melanjutkan perjalanannya ke Taipei, tiba lebih dari tiga jam terlambat.

 

Garis Waktu Diversi DL69

 

No. PenerbanganRuteWaktu Keberangkatan (Lokal)Waktu Kedatangan (Lokal)DurasiHari Operasional
DL 69Seattle (SEA) – Anchorage (ANC)05:12 PM (Mar 14)07:45 PM (Mar 14)2h 33mDiversi Darurat
DL 69Anchorage (ANC) – Taipei (TPE)09:50 PM (Mar 14)12:21 AM (Mar 16)11h 31mPenerbangan Lanjutan
DL 69Seattle (SEA) – Taipei (TPE)05:00 PM (Sched)09:05 PM (Sched)13h 05mStandar Harian

 

Saat penumpang itu menunggu sidang pendahuluan di Anchorage, komunitas penerbangan terus memperdebatkan efektivitas pelatihan de-eskalasi di dalam pesawat versus diversIasi segera. Bagi ratusan penumpang di N512DN, penerbangan rutin menuju Taiwan berubah menjadi pengingat nyata akan konsekuensi hukum dan logistik dari perilaku marah di udara.

 

 AeroXplorer is on Telegram! Subscribe to the AeroXplorer Telegram Channel to receive aviation news updates as soon as they are released. View Channel 
Kalum Shashi Ishara
I am an Aircraft Engineering graduate and an alumnus of Kingston University. It was a passion that I have had since childhood driven me to realise this goal of working in the Aviation and Aerospace industry. I have been working in the industry for more than 13 years now, and I can easily identify most commercial aircraft by spotting them from a distance. My work experience involved both technical and managerial elements of Aircraft component manufacturing, Quality assurance and continuous improvement management.

Comments (1)

hmohamed Did the profits from the alcoholic beverages offset the cost of the diversion?
74d ago • Reply

Add Your Comment

SHARE

TAGS

BERITA Delta Air Lines Penerbangan ke Taipei Keamanan Penerbangan Penumpang Tidak Tertib Pengalihan ke Anchorage ANC Airbus A350-900 Keselamatan Penerbangan

RECENTLY PUBLISHED

Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara. Berita READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín. Berita READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi. Berita READ MORE »


SHOP

$2999
NEW!AeroXplorer Aviation Sweater Use code AVGEEK for 10% off! BUY NOW