Para otoritas di Kolombia sedang berlomba dengan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat melakukan singgah rutin di Medellín. Anggota kru yang berbasis di Dallas–Fort Worth itu dilaporkan hilang setelah gagal muncul untuk penerbangan kembali yang dijadwalkan ke Miami pada Minggu, 22 Maret 2026, memicu upaya pencarian internasional yang melibatkan polisi setempat dan Departemen Luar Negeri AS.
Gutiérrez Molina tiba di Medellín pada 21 Maret dengan penerbangan dari Miami International Airport. Menurut penyidik dan anggota keluarga, ia menghabiskan Sabtu malam di kawasan kehidupan malam populer El Poblado bersama sesama anggota kru. Sementara rekannya kembali ke hotel dalam keadaan selamat, meskipun dilaporkan bingung dan berpotensi menjadi korban pemberian obat, Gutiérrez Molina terakhir terlihat pada dini hari Minggu masuk ke sebuah kendaraan bersama seorang pria dan seorang wanita yang dikenalnya di sebuah klub lokal.

{{AD}}
Kekhawatiran terhadap Penggunaan Skopolamin
Pejabat keamanan setempat di Medellín menyelidiki kemungkinan kuat bahwa Gutiérrez Molina menjadi sasaran skopolamin, obat penenang kuat yang dikenal secara lokal sebagai “Devil’s Breath.” Obat ini sering digunakan oleh pelaku kejahatan di Kolombia untuk melumpuhkan korban, menyebabkan kehilangan ingatan yang parah dan hilangnya kehendak bebas sepenuhnya.
“Kami aktif terlibat dengan aparat penegak hukum setempat dalam penyelidikan mereka dan melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung keluarga anggota tim kami pada masa ini,” kata American Airlines dalam pernyataan resmi yang dirilis minggu ini.
Hilangnya dia membuat orang-orang terdekatnya di North Texas putus asa mencari jawaban. Pasangannya, Ernesto Carranza, menggambarkan beban emosional dari ketidakpastian tersebut. “Saya ingin percaya bahwa dia masih hidup, dan saya ingin terus percaya bahwa dia masih hidup, tetapi setiap hari Anda bangun tanpa mengetahui apa-apa, dan itu membuat hari-hari terasa lebih lama dan lebih lambat,” ujar Carranza kepada wartawan.

{{REC}}
Petunjuk Penyidikan dan Respons Resmi
Sekretaris keamanan Medellín mengonfirmasi bahwa penyidik telah mengidentifikasi kendaraan dan ponsel yang terkait dengan tersangka yang terlihat bersama Gutiérrez Molina. Jejak digital terakhir yang diketahui adalah pin lokasi yang dikirim dari sebuah Airbnb di lingkungan La América, sebuah area yang biasanya tidak sering dikunjungi wisatawan internasional.
Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri menanggapi situasi tersebut, mencatat prioritas yang ditempatkan pada keselamatan warga AS di luar negeri: “Pemerintahan Trump tidak memiliki prioritas yang lebih besar daripada keselamatan dan keamanan warga Amerika, dan Departemen Luar Negeri siap memberikan semua bantuan konsuler kepada warga Amerika yang membutuhkan di luar negeri.”
Hingga 27 Maret 2026, pencarian masih aktif. American Airlines terus berkoordinasi dengan Association of Professional Flight Attendants (APFA) untuk menyediakan sumber daya bagi keluarga dan rekan-rekan awak yang hilang.
{{AD}}
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA American Airlines Medellin Pramugara Orang Hilang Keselamatan PerjalananRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »
JetBlue Menargetkan Pertumbuhan Ohio dan Memperkuat Benteng Fort Lauderdale untuk Musim Panas
JetBlue Airways menggandakan strategi "BlueCity" mereka, mengumumkan ekspansi jaringan yang signifikan dari hub mereka di South Florida di Fort Lauderdale-Hollywood International Airport.
Rute
READ MORE »