Spekulasi seputar kesepakatan dirgantara paling signifikan dalam lebih dari satu dekade mencapai puncaknya hari ini setelah laporan bahwa raksasa penerbangan Amerika Boeing berada di ambang kesepakatan bersejarah dengan China. Menurut Bloomberg News, pembuat yang berbasis di Chicago itu mendekati kesepakatan untuk pesanan sebesar 500 pesawat, langkah yang dimaksudkan menjadi batu penjuru kunjungan kenegaraan berdampak tinggi oleh Presiden Donald Trump ke Beijing akhir bulan ini.
Kesepakatan yang potensial, bernilai puluhan miliar dolar, dibingkai sebagai komponen penting dari penataan ulang perdagangan yang lebih luas antara dua ekonomi terbesar dunia. Sumber yang mengetahui negosiasi menunjukkan paket itu terutama menampilkan Boeing 737 MAX, andalan pasar pesawat berbadan sempit, yang mengalami kekurangan pesanan berkepanjangan di China karena bertahun-tahun gesekan geopolitik.

Foto: AeroXplorer/ Thomas Tse
{{AD}}
Rincian Paket Bernilai Miliaran Dolar
Kesepakatan "Blockbuster 500" dilaporkan dibagi menjadi dua fase berbeda untuk memaksimalkan dampak diplomatiknya. Bloomberg News merinci komposisi program pembaruan armada tersebut, menunjukkan inklusi strategis baik badan tunggal maupun widebody:
“Boeing sedang mendekati kesepakatan pesanan untuk 500 jet 737 Max yang akan diumumkan ketika Presiden Trump melakukan kunjungan ke Beijing. Kedua pihak juga sedang membahas penjualan pesawat widebody, termasuk sekitar 100 jet Boeing 787 Dreamliner dan 777X.”
Jika diselesaikan selama KTT yang dijadwalkan 31 Maret hingga 2 April 2026, kesepakatan itu akan menjadi komitmen tunggal terbesar untuk pesawat Boeing dalam sejarah China. Analis memperkirakan bahwa "Big Three" maskapai milik negara, Air China, China Southern, dan China Eastern, diperkirakan akan membagi mayoritas pengiriman ini untuk mendukung ekspansi internasional pasca-pandemi dan tujuan modernisasi armada mereka.

Foto: AeroXplorer/ Hover Guo
KTT untuk Stabilitas
Waktu pengumuman itu bukan kebetulan. Kunjungan kenegaraan pertama Presiden Trump ke China sejak 2017 luas dipandang sebagai upaya menstabilkan hubungan dagang setelah periode kenaikan tarif. Secara historis, pesanan Boeing skala besar telah digunakan Beijing sebagai "isyarat niat baik" untuk menyeimbangkan defisit perdagangan, dan komitmen 500 jet ini tampaknya mengikuti buku permainan diplomatik tersebut.
Pemerintah AS belum mengeluarkan konfirmasi resmi, namun reaksi pasar bergerak cepat, dengan saham Boeing melonjak lebih dari 2.5% pada perdagangan pagi Jumat. Orang dalam industri menyatakan bahwa kontrak yang mengikat, bukan memorandum yang tidak mengikat, adalah tujuan utama delegasi AS untuk memastikan stabilitas jangka panjang bagi lini produksi Boeing di Renton dan North Charleston.
{{REC}}
Pemulihan Konektivitas Global
Sejalan dengan meredanya ketegangan diplomatik ini, Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi pada 5 Maret 2026 bahwa maskapai domestik besar sedang agresif melanjutkan dan memperluas operasi jarak jauh. Rute-rute baru ini, terutama ke Timur Tengah, mencerminkan meningkatnya permintaan untuk pesawat yang memang ingin dijual Boeing.
Operasi Penerbangan yang Baru Dilanjutkan dan Diumumkan (Efektif Maret 2026)
| No. Penerbangan | Rute | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|
| CA 941 | Beijing (PEK) – Dubai (DXB) | 17:40 | 22:15 | 8h 35m | Harian |
| CZ 329 | Guangzhou (CAN) – Muscat (MCT) | 19:15 | 23:55 | 8h 40m | Senin, Rabu, Jumat |
| MU 269 | Shanghai (PVG) – Riyadh (RUH) | 23:50 | 05:40+1 | 10h 50m | Selasa, Kamis, Sabtu |
| HU 791 | Haikou (HAK) – Abu Dhabi (AUH) | 02:30 | 07:55 | 9h 25m | Rabu, Minggu |
| CZ 647 | Shenzhen (SZX) – Rome (FCO) | 01:30 | 08:10 | 13h 40m | Selasa, Kamis, Sabtu |
{{AD}}
Implikasi Strategis untuk A321neo dan C919
Saat Boeing berusaha merebut kembali pijakannya, perusahaan menghadapi langit yang lebih ramai dibandingkan 2017. Pesaing Eropa Airbus berhasil menempatkan A321neo sebagai kekuatan dominan di armada China, dan produsen domestik COMAC C919 sedang meningkatkan produksi. Namun, para ahli mencatat bahwa manufaktur domestik China belum dapat memenuhi volume pertumbuhan negara itu yang diproyeksikan hingga 2030, meninggalkan "kesenjangan operasional besar" yang hanya dapat diisi oleh kesepakatan sebesar ini.
Saat dunia mengamati persiapan akhir untuk KTT Beijing, pesanan 500 jet ini menjadi simbol apakah sektor dirgantara komersial dapat sekali lagi menjembatani kesenjangan antara kedua kekuatan besar tersebut.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA Boeing Pesanan 737 MAX 787 Dreamliner 777X Air China China Southern Penerbangan PerjalananRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »