LONDON, UK – Sebuah Emirates Airbus A380-800 berkapasitas tinggi terpaksa kembali ke London Heathrow Airport (LHR) secara pencegahan pada sore hari 31 Desember 2025, setelah mengalami gangguan teknis pada sistem roda pendarat tak lama setelah lepas landas.
Pesawat yang terbang dengan nomor penerbangan EK2 menuju Dubai International (DXB) membawa sekitar 500 penumpang ketika kru melaporkan masalah pada pintu roda pendarat.
Insiden yang terjadi selama salah satu periode perjalanan tersibuk tahun ini ditangani sesuai protokol darurat standar, sehingga penerbangan berakhir dengan aman.

Keberangkatan dan Peringatan Teknis
Penerbangan EK2 lepas landas dari landasan pacu 27L di Heathrow sekitar pukul 14:32 UTC.
Menurut data pelacakan penerbangan awal dan laporan dari The Aviation Hub, kru penerbangan berhasil menarik roda pendarat setelah lepas landas.
Namun, sensor menunjukkan bahwa satu atau lebih pintu roda pendarat gagal menutup dan mengunci dengan benar.
Kegagalan semacam ini menimbulkan hambatan aerodinamis yang signifikan dan mencegah pesawat melanjutkan penerbangan transkontinental tujuh jamnya dengan aman.
Sesuai manual keselamatan Emirates, pilot segera menghentikan pendakian dan memberi tahu Air Traffic Control (ATC) tentang gangguan teknis tersebut.
{{AD}}
Pola Tunggu dan Pengelolaan Berat
Karena baru saja berangkat untuk penerbangan jarak jauh, pesawat membawa bahan bakar dalam jumlah besar dan beratnya secara signifikan melebihi Berat Maksimum Pendaratan (MLW).
Mendaratkan A380 saat berada di atas berat maksimum dapat menyebabkan tekanan struktural yang parah pada rangka pesawat dan komponen roda pendarat.
Untuk mengurangi hal ini, pilot memasuki pola tunggu di tenggara London—khususnya di atas Kent dan daerah Orpington pada ketinggian 10,000 feet.
Superjumbo itu berputar sekitar 90 minutes untuk membakar bahan bakar berlebih, proses yang membuat EK2 menjadi penerbangan yang paling banyak dilacak di dunia di Flightradar24 pada saat itu.

{{AD}}
Kembali dengan Aman dan Dampak pada Penumpang
Setelah mencapai berat pendaratan yang aman, pesawat diizinkan untuk melakukan pendekatan ke Runway 27R.
Layanan darurat ditempatkan di sepanjang landasan sebagai tindakan pencegahan standar, tetapi A380 mendarat dengan mulus pada 16:28 UTC, hampir dua jam setelah keberangkatan awalnya.
"Penerbangan Emirates EK002 kembali ke LHR tak lama setelah lepas landas karena gangguan teknis," kata juru bicara Emirates. "Pesawat mendarat dengan aman, dan penumpang turun tanpa insiden. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini; keselamatan penumpang dan awak kami adalah prioritas utama kami."
Pesawat yang terlibat, dengan registrasi A6-EUF, adalah Airbus A380 berusia sembilan tahun yang ditenagai oleh mesin Engine Alliance GP7000.
Setelah insiden, pesawat dikeluarkan dari layanan untuk pemeriksaan menyeluruh oleh tim teknik. Penumpang yang terkena dampak dipindahkan ke penerbangan berikutnya dan diberikan akomodasi hotel jika diperlukan.
{{REC}}
Ringkasan Insiden Penerbangan
| No. Penerbangan | Rute | Registrasi Pesawat | Jenis Insiden | Durasi di Udara | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| EK2 / UAE2 | LHR – DXB | A6-EUF | Kegagalan pintu roda pendarat | 1h 56m | Mendarat dengan Aman |
Analisis Keselamatan Penerbangan
Insiden ini menyoroti kompleksitas roda pendarat A380, yang memiliki 22 wheels dan urutan pintu hidraulik yang rumit.
Meskipun malfungsi pintu roda tergolong jarang, mereka dikategorikan sebagai "non-critical" emergencies, artinya pesawat tetap dapat dikendalikan sepenuhnya tetapi harus kembali ke pangkalan untuk perawatan.
Keberhasilan pola tunggu untuk membakar bahan bakar dan pendaratan tersebut menegaskan tingginya tingkat pelatihan yang dimiliki oleh kru penerbangan Emirates.
AeroXplorer Ditunjuk Sebagai Mitra Media Resmi untuk Airliners International™ 2026 di Denver » Lufthansa Technik Meluncurkan Program Upgrade Besar untuk ACJ318 Elite » Alaska Airlines dan LATAM Resmi Mengakhiri Kemitraan Codeshare »
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA Emirates A380 Insiden LHR Heathrow London Keselamatan PenerbanganRECENTLY PUBLISHED
Rekap Akhir Pengiriman dan Pelacak OEM
Menjelang akhir 2025, sektor manufaktur dirgantara global telah melewati tahun yang ditandai oleh peningkatan produksi yang agresif, kendala rantai pasokan yang terus-menerus ("choke points"), dan pergeseran signifikan dalam duopoli kompetitif. Sementara Airbus sekali lagi mengamankan posisi teratas untuk total pengiriman, Boeing menutup tahun dengan buku pesanan yang bangkit kembali dan lini produksi yang stabil yang menandakan berakhirnya fase "bridge" multi-tahun.
Informasi
READ MORE »
Instruksi ATC 'Pertahankan Kecepatan Anda' Mendahului Insiden Keluar Landasan Pacu United 737 MAX 8 di Houston
Dokumen investigasi yang baru dirilis dari National Transportation Safety Board (NTSB) telah mengungkapkan informasi baru tentang insiden keluar landasan pacu pada 8 Maret 2024 yang melibatkan sebuah pesawat United Airlines Boeing 737 MAX 8. Laporan tersebut menyoroti rangkaian peristiwa kritis di mana instruksi Pengendalian Lalu Lintas Udara (ATC), persepsi pilot terhadap kondisi landasan, dan manuver keluar berkecepatan tinggi berpadu sehingga pesawat masuk ke area rumput di George Bush Intercontinental Airport (IAH).
Informasi
READ MORE »
"Aku Tidak Baik": Rekaman Audio Mencekam Menangkap Momen Nyaris Bencana Saat Pilot Berusaha Mematikan Mesin
Komunitas penerbangan dan publik mendapatkan gambaran langsung yang mencekam tentang momen-momen nyaris bencana di atas Alaska Airlines Flight 2059 (dioperasikan oleh Horizon Air). Rekaman suara kokpit (CVR) yang baru dirilis, dipublikasikan pada awal Januari 2026 setelah selesainya proses hukum, merekam momen tepat ketika pilot yang sedang tidak bertugas, Joseph Emerson, berusaha mematikan mesin pesawat di tengah penerbangan.
Cerita
READ MORE »