KUCHING, Malaysia – Era baru dalam penerbangan regional Asia Tenggara secara resmi dimulai ketika AirBorneo (sebelumnya MASwings) memulai operasi penerbangan perdananya pada 2 Januari 2026. Peluncuran itu mengikuti selesainya pengambilalihan legal dan operasional MASwings Sdn Bhd oleh pemerintah negara bagian Sarawak dari Malaysia Aviation Group (MAG) pada Hari Tahun Baru.
Beroperasi di bawah AirBorneo Holdings Sdn Bhd yang baru dibentuk, maskapai ini telah mengambil alih tanggung jawab penuh atas Rural Air Services (RAS) di Sabah, Sarawak, dan Wilayah Persekutuan Labuan. Transisi ini menandai perubahan strategis bagi negara bagian tersebut, yang bertujuan memanfaatkan maskapai ini sebagai "alat kedaulatan" untuk pembangunan ekonomi, pertumbuhan pariwisata, dan peningkatan konektivitas di Pulau Borneo.

{{AD}}
Evolusi Merek Bertahap
Meskipun pengalihan legal telah selesai, penumpang akan melihat perubahan merek yang berlangsung bertahap. Menteri Transportasi Sarawak, Dato Sri Lee Kim Shin, memastikan bahwa merek MASwings akan tetap tampak pada beberapa badan pesawat dan fasilitas darat selama sekitar enam bulan sementara armada secara bertahap dicat ulang dengan livery baru AirBorneo.
"AirBorneo lebih dari sekadar perubahan nama; ini adalah komitmen untuk tarif yang berkelanjutan dan peningkatan frekuensi bagi komunitas kami," kata Menteri saat upacara peresmian di Bandara Internasional Kuching. "Kami mempertahankan layanan 'lifeline' yang penting bagi wilayah terpencil kami sambil mempersiapkan ekspansi komersial besar-besaran akhir tahun ini."
{{REC}}
Armada dan Operasi Jet Masa Depan
Saat ini maskapai mengoperasikan armada berisi 14 pesawat turboprop, yang terdiri dari delapan ATR 72-500 dan enam Viking Air DHC-6-400 Twin Otter. Namun, peta jalan 2026 mencakup loncatan teknologi yang signifikan. Pemerintah Sarawak sudah memulai pembicaraan untuk akusisi pesawat jet (khususnya sedang mengevaluasi platform Embraer E2 dan Airbus A220), dengan layanan jet ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Pulau Jeju (Korea Selatan) diproyeksikan dimulai pada Juli 2026.

Operasi Perdana & Utama Regional AirBorneo
Efektif Januari 2026, AirBorneo telah mengambil alih layanan berjadwal berikut. Sementara penjualan tiket saat ini dikelola melalui portal transisi, integrasi komersial penuh di situs resmi AirBorneo dijadwalkan pada 14 Januari 2026.
| No. Penerbangan | Rute | Waktu Berangkat | Waktu Tiba | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|
| B7 101 | Kuching (KCH) – Mukah (MKM) | 08:25 | 09:20 | 0h 55m | Harian |
| B7 102 | Mukah (MKM) – Kuching (KCH) | 09:45 | 10:40 | 0h 55m | Harian |
| B7 205 | Kuching (KCH) – Tanjung Manis (TGC) | 08:45 | 09:30 | 0h 45m | Senin, Rabu, Jumat |
| B7 322 | Miri (MYY) – Bario (BBN) | 09:10 | 10:00 | 0h 50m | Harian (Twin Otter) |
| B7 412 | Kota Kinabalu (BKI) – Kudat (KUD) | 10:30 | 11:15 | 0h 45m | Selasa, Kamis |
| B7 501 | Kuching (KCH) – Miri (MYY) | 07:00 | 08:15 | 1h 15m | Harian |
Catatan: di bawah ini adalah jadwal untuk layanan perdana dan regional utama mereka.
{{AD}}
Rute "Borneo"
Menjelang pertengahan 2026, AirBorneo berencana memperkenalkan "Borneo Tourism Trail," sebuah pass penerbangan khusus yang memungkinkan turis internasional berpindah antara situs Warisan Dunia UNESCO seperti Taman Nasional Mulu dan Taman Kinabalu melalui jaringan regional maskapai tersebut. Inisiatif ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam kampanye Visit Malaysia Year 2026, menjadikan Kuching sebagai hub utama untuk ekowisata.
Minggu Ini di Aviasi: 10 Berita Paling Penting » Rekap Akhir Pengiriman dan Pelacak OEM » Instruksi ATC 'Pertahankan Kecepatan Anda' Mendahului Insiden Keluar Landasan Pacu United 737 MAX 8 di Houston »
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
RUTE AirBorneo Malaysia Malaysian Aviation Group Sarawak ATR 72 Twin Otter Viking AirRECENTLY PUBLISHED
Airbus A321XLR Pertama Tiba di Delhi untuk Meluncurkan Rute Bersejarah ke Athens
Dalam momen yang transformatif bagi penerbangan India, IndiGo secara resmi memasukkan ke armada pesawat Airbus A321XLR (Extra Long Range) pertamanya hari ini, January 7, 2026. Pesawat tersebut, dengan nomor ekor VT-NLA, mendarat di Indira Gandhi International Airport (DEL) setelah menjalani penerbangan pengiriman dari Hamburg via Abu Dhabi.
Rute
READ MORE »
Saudi LCC Flyadeal Perluas Jaringan dengan Basis Baru di Medina
Dalam langkah bersejarah bagi sektor penerbangan Saudi Arabia, flyadeal, maskapai biaya rendah terkemuka di Kerajaan, secara resmi meresmikan basis operasional keempatnya di Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport (MED) di Medina.
Rute
READ MORE »
Saudi LCC Flyadeal Memperluas Jaringan dengan Basis Baru di Madinah
Dalam langkah bersejarah bagi sektor penerbangan Arab Saudi, flyadeal, maskapai berbiaya rendah terkemuka di Kerajaan, secara resmi meresmikan pangkalan operasional keempatnya di Prince Mohammad bin Abdulaziz International Airport (MED) di Madinah.
Rute
READ MORE »