Sebagai bagian dari perombakan besar armada strategis 2024–2029, TAAG Angola Airlines secara agresif memodernisasi armadanya, dengan fokus utama pada operasi regionalnya.
Sementara Boeing 737-700 veteran maskapai ini telah menjadi tulang punggung regional selama hampir 20 tahun, maskapai akhirnya beralih ke Airbus A220-300.
Efisiensi yang Tak Tertandingi
Transisi ini merupakan langkah terukur oleh maskapai untuk mencapai dominasi regional.
A220-300 menawarkan pengurangan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 hampir 25% dibandingkan pesawat generasi sebelumnya.
Bagi sebuah maskapai yang ingin beralih dari subsidi pemerintah menuju model bisnis mandiri, penghematan tersebut bisa menentukan apakah sebuah penerbangan mencapai titik impas atau menghasilkan keuntungan.
Hingga Januari 2026, TAAG telah mengintegrasikan beberapa A220 ke dalam rotasinya, dengan total 15 pesawat yang diperkirakan akan bergabung dengan armada pada akhir 2027.
Pesawat-pesawat ini saat ini menghubungkan Bandara Internasional Dr. Antonio Agostinho Neto (NBJ) yang baru di Luanda ke hub regional utama seperti Johannesburg, Cape Town, dan Windhoek.
{{REC}}
Kenyamanan yang Didefinisikan Ulang
[video]
TAAG Angola telah mengonfigurasi kabinnya dengan 137 kursi: 12 di Kelas Bisnis dan 125 di Kelas Ekonomi.
Pesawat ini banyak dipuji karena kabinnya yang lapang meski ukurannya relatif lebih kecil.
Kursi Kelas Ekonomi menawarkan pitch 30 inci, lebar 18 inci, dan recline 3 inci, sementara kursi Kelas Bisnis menawarkan pitch 39 inci, lebar 20,5 inci, dan recline 5 inci, menurut Seatmaps.com.

Di dalam, pesawat menampilkan tata letak kursi 2-3, yang secara signifikan mengurangi jumlah kursi tengah.

{{REC}}
Pada ukuran 11x16 inci, pesawat ini memiliki salah satu jendela terbesar di pasar single-aisle, memungkinkan lebih banyak cahaya alami masuk ke kabin.

Warna bodi bahkan bisa dianggap sebagai pernyataan budaya.
Ekor menampilkan Palanca ikonik, sementara winglet dan interior menggabungkan pola yang terinspirasi dari Samakaka, kain tradisional Angola.
{{REC}}
Langkah Selanjutnya?
TAAG berencana memanfaatkan kapabilitas regional A220-300 untuk mendukung operasi Boeing 787 dan 777 pada rute jarak jauh.
Menurut Ecofin Agency, maskapai berencana meningkatkan jumlah penumpangnya menjadi tiga kali lipat dalam enam tahun ke depan.
A220 berperan penting dalam model hub-and-spoke maskapai itu, memberikan kemampuan baru untuk melayani pasar yang berkembang tanpa biaya tinggi mengoperasikan pesawat berbadan lebar yang terisi setengah penuh.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
CERITA TAAG Angola Afrika Tur Eksklusif Perjalanan. Airbus Airbus A220RECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »