Otoritas keselamatan penerbangan telah meluncurkan penyelidikan darurat terhadap sebuah insiden berisiko tinggi di São Paulo/Guarulhos International Airport (GRU) yang melibatkan LATAM Boeing 777-300ER. Pada malam Minggu, 15 Februari, jet berbadan lebar itu melakukan rejected takeoff (RTO) berenergi tinggi pada kecepatan yang jauh melampaui parameter pembatalan biasanya, dan yang paling penting, setelah pesawat sudah mulai melakukan rotasi.
Penerbangan LA8146, dengan tujuan Lisbon dan membawa hingga 414 penumpang, sedang mempercepat di Runway 10L ketika manuver itu terjadi. Rekaman di darat dan data pelacakan penerbangan mengonfirmasi pesawat mencapai kecepatan darat sekitar 178 knots (sekitar 330 km/jam) sebelum kru memerintahkan penghentian darurat.

{{AD}}
Sebuah Momen Kritis di Runway 10L
Insiden ini mengejutkan komunitas penerbangan karena waktunya. Prosedur operasi standar menyatakan bahwa lepas landas tidak boleh dibatalkan setelah "V1" (kecepatan keputusan) kecuali pilot yakin pesawat tidak mampu terbang. Dalam kasus ini, saksi dan "plane spotter" di lapangan menangkap momen ketika roda depan pesawat bermesin ganda yang besar terangkat dari tanah sebelum kru tiba-tiba menginjak rem dan mengaktifkan reverse thrust penuh.
Setelah pembatalan berkecepatan tinggi itu, pesawat, terdaftar sebagai PT-MUH, berhenti dekat ujung landasan. Dampak fisik pada badan pesawat langsung terlihat:
Thermal Overload: Tim darurat melaporkan bahwa rem terlihat "merah panas" saat tiba.
Tire Failure: Semua ban gear pendarat utama tampak terbelah atau kempes akibat aktivasi fuse plugs, sebuah fitur keselamatan yang dirancang untuk mencegah ledakan ban saat pengereman panas ekstrem.
Passenger Evacuation: Meskipun tidak ada perosotan darurat yang digunakan, penumpang dievakuasi melalui tangga mobile di taxiway dan diangkut dengan bus kembali ke Terminal 3.
{{REC}}
Penyelidikan
Pusat Investigasi dan Pencegahan Kecelakaan Penerbangan Brasil (CENIPA) mengonfirmasi telah membuka penyelidikan atas kejadian ini. Meskipun "pemicu" spesifik pembatalan masih dirahasiakan, penyelidik diperkirakan akan fokus pada apakah terjadi kegagalan teknis atau apakah kru menerima peringatan kokpit yang bertentangan selama fase rotasi.
Pakar keselamatan penerbangan mencatat bahwa membatalkan lepas landas setelah gear hidung meninggalkan tanah adalah manuver yang "sangat jarang dan berisiko tinggi" karena risiko tail strike atau melampaui landasan. Menurut laporan awal:
"Penyelidik kecelakaan penerbangan telah membuka penyelidikan atas sebuah insiden berpotensi serius yang melibatkan LATAM Brasil Boeing 777-300 di Sao Paulo International Airport pada Minggu malam, setelah pilot melakukan 'rejected takeoff' berkecepatan tinggi hanya setelah roda depan sudah meninggalkan tanah."

{{AD}}
Bayangan atas Operasi 777 LATAM?
Insiden di São Paulo terjadi hanya sepuluh hari setelah penyelidik Italia merilis laporan akhir mereka tentang insiden LATAM 777 lainnya, sebuah tail strike parah di Milan pada 2024. Laporan itu, yang diselesaikan pada awal Februari 2026, menyalahkan kesalahan perhitungan bobot sebesar 100 ton atas keberangkatan berbahaya di mana pesawat kesulitan untuk mendaki. (Klik di sini untuk membaca lebih lanjut)
Saat ini belum ada bukti yang menghubungkan kedua kejadian tersebut, namun waktunya membuat protokol kinerja lepas landas untuk pesawat berbadan lebar LATAM berada di bawah pengawasan ketat. Maskapai tersebut menyatakan sedang "sepenuhnya bekerja sama dengan pihak berwenang" untuk menentukan mengapa penerbangan LA8146 dibatalkan pada titik kritis tersebut.
| Detail Insiden | Informasi Penerbangan |
|---|---|
| Nomor Penerbangan | LA8146 |
| Tipe Pesawat | Boeing 777-300ER (PT-MUH) |
| Rute | São Paulo (GRU) – Lisbon (LIS) |
| Kecepatan Abort | ~178 Knots |
| Status | Pesawat dibumikan untuk pemeriksaan; Investigasi sedang berlangsung |
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA LATAM Boeing 777-300ER Pembatalan Lepas Landas Keselamatan PenerbanganRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »