Sebuah 777 Beroda Empat? Di Balik Misi Seorang Superfan Merayakan Maskapai Favoritnya

Sebuah 777 Beroda Empat? Di Balik Misi Seorang Superfan Merayakan Maskapai Favoritnya

BY HADI AHMAD Published on March 18, 2026 0 COMMENTS

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Jetstream Magazine.

 

Bagi banyak penggemar penerbangan, kesetiaan terhadap sebuah maskapai dibentuk oleh kenangan masa kecil: penerbangan pertama, jenis pesawat favorit, atau hubungan unik dengan warisan keluarga. Bagi Haseeb Khan, kesetiaan itu lebih dalam dari sekadar nostalgia. Itu lebih personal, diwariskan, dan selalu dikenakan dengan bangga di kota kelahirannya, Toronto.

 

 

Ikatan Keluarga

 

Hasrat Haseeb terhadap dunia penerbangan dimulai jauh sebelum ia bekerja di bandara. Ayahnya juga bekerja di Toronto’s Pearson International Airport (YYZ), dan perjalanan plane spotting adalah bagian rutin dari masa kecilnya. Di tengah lalu lintas udara yang beragam di Pearson, perhatian Haseeb tertuju pada satu maskapai khusus: Pakistan International Airlines.

 

Pakistan International Airlines (PIA), yang dulu dipandang sebagai kebanggaan Pakistan, mengalami sejarah yang bergejolak. Pernah dianggap sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia, reputasi perusahaan ini menurun selama bertahun-tahun akibat korupsi dan salah urus.

 

Terlepas dari tantangan tersebut, sejarah dan warisannya tetap memiliki tempat istimewa di hati banyak orang. Bagi Haseeb, keterikatan emosional pada PIA bersifat turun-temurun. Kakeknya, Sheikh Hameed Ahmed Rasheed — yang akrab dipanggil “Dr. Rasheed” — menghabiskan lebih dari 25 tahun bekerja untuk maskapai tersebut, bertugas di berbagai departemen selama beberapa dekade paling pentingnya.

 

Dr. Rasheed

 

Dr. Rasheed adalah seorang Insinyur Aeronautika. Kariernya dimulai di Pakistan sebelum membawanya ke Inggris, di mana ia bekerja untuk British Overseas Airways Corporation (BOAC). Ketika Air Marshal Nur Khan ditunjuk memimpin PIA, Dr. Rasheed dipanggil kembali ke Pakistan untuk bergabung dengan maskapai nasional itu. Itu adalah era yang menentukan bagi PIA, sering diingat sebagai masa keemasannya saat maskapai itu berkembang menjadi kekuatan global.

 

Foto Dr. Rasheed

 

Pada awalnya, Dr. Rasheed bekerja di seluruh armada PIA sebagai Insinyur Pemeliharaan. Dari 1957 hingga 1978, ia membantu memasukkan pesawat baru seperti Boeing 720 dan Airbus A300, serta menangani masalah apa pun saat pesawat itu mulai beroperasi. Pada 1979, ia beralih ke peran manajerial di Air Safety Department PIA dan kemudian pindah ke peran investigasi keselamatan darat, di mana ia melakukan banyak penyelidikan sesuai dengan keahliannya. Pekerjaannya tidak terbatas pada basis PIA di Karachi; ia juga bertugas di stasiun luar negeri, termasuk Damascus, Syria dan Malta. Dr. Rasheed pensiun pada akhir 1980-an, meninggalkan warisan yang erat kaitannya dengan kebangkitan maskapai tersebut.

 

Dr. Rasheed berdiri di tangga naik pesawat Pakistan International Airlines Hawker Siddeley Trident. Selama masa jabatannya di maskapai, ia berperan penting dalam pengawasan akuisisi dan induksi pesawat baru ke dalam armada PIA.

 

Meskipun Haseeb tidak pernah bertemu kakeknya, hubungan yang nyata muncul dari artefak yang ditinggalkan: foto-foto, kartu karyawan, buku catatan penerbangan, dokumen pemeliharaan, lencana, dan banyak cendera mata lainnya dari dekade-dekade di PIA. Melalui kenang-kenangan itu, Haseeb membentuk ikatan dengan maskapai yang telah membentuk sejarah keluarganya jauh sebelum ia dilahirkan.

 

Jalan Menuju Ramp

 

Haseeb sudah tahu sejak dini bahwa masa depannya akan berada di industri penerbangan. Ketika berusia 13 tahun, ia memulai saluran YouTube, mengunggah video plane spotting dan mendokumentasikan kecintaannya pada dunia penerbangan. Pekerjaan praktis pertamanya di bidang penerbangan adalah sebagai aircraft detailer di Blue Sky Private Plane Company, sebuah peran sederhana tetapi membentuk yang memberinya paparan dekat terhadap pesawat dan operasi. Ia kemudian bekerja sebagai ramp agent untuk Cargojet di Hamilton’s John C. Munro International Airport (YHM). Dengan sekolah, jadwalnya berat: shift ramp dari 7:30 p.m. hingga 7:30 a.m., diikuti dengan kelas hingga pukul 2 p.m. hari berikutnya. Itu adalah ujian ketahanan, tetapi Haseeb menghadapinya dengan semangat, terdorong oleh keinginannya menjadi bagian dari industri.

 

Pada 2022, ia bergabung dengan operasi ramp di Toronto Pearson International Airport (YYZ). Dalam sebulan, ia dipromosikan menjadi ramp lead, bekerja di berbagai maskapai dan jenis pesawat. Pada usia 20 tahun, Haseeb tetap menjadi ramp lead termuda.

 

 

Haseeb bersemangat untuk membuka banyak jalur karier di dalam industri penerbangan. Sambil terus bekerja sebagai ramp lead di Pearson, ia juga mengikuti kursus awak kabin dan operasi.

 

Meski pengalamannya di industri terus berkembang, PIA tetap menjadi pusat aspirasinya. Bukan sekadar maskapai yang ia kagumi dari jauh; itu adalah maskapai yang ia impikan untuk bekerja suatu hari nanti.

 

Pengabdian itu segera menjadi sesuatu yang sulit diabaikan.

 

Sebuah Boeing 777 Beroda Empat

 

Sebelum ia membeli mobil pertamanya, Haseeb sudah memiliki pelat nomor kustom: “PIA FAN.” Ketika akhirnya membeli Toyota RAV4, gagasan untuk mengubah kecintaannya menjadi sesuatu yang terlihat dan bisa dibawa keliling mulai terbentuk. Ia ingin membawa fandom-nya ke level berikutnya.

 

Bekerja dengan seorang teman yang saudaranya memiliki percetakan, Haseeb merancang wrapping kustom yang terinspirasi oleh Boeing 777-200LR milik PIA. Detailnya sangat teliti; livery itu meniru corak hijau-dan-emas bergaris, dengan Haseeb bahkan menyertakan registrasi AP-BGY dan AP-BGZ, satu di setiap sisi kendaraan, terinspirasi penuh oleh dua 777-200LR yang sering terlihat di Toronto. Setiap dolar keluar dari koceknya sendiri.

 

Hasilnya mencolok. “Pesawat” bertema PIA dengan empat roda yang melintas di lalu lintas Toronto bukanlah sesuatu yang biasa dilihat orang. Mobil itu langsung menarik perhatian, bukan hanya dari orang yang lewat tetapi juga dari maskapai itu sendiri.

 

 

Pada 2023, PIA me-repost gambar kendaraan itu di kanal media sosialnya. Paparan itu membawa pengakuan tak terduga bagi Haseeb, termasuk liputan berita lokal yang menyoroti mobil bertema unik tersebut.

 

Pengakuan dari PIA

 

Perhatian itu sangat mencolok mengingat reputasi PIA pada waktu itu. Terlepas dari kritik dan tantangan operasional akibat bertahun-tahun salah urus dan korupsi, antusiasme Haseeb yang terlihat dan tanpa permintaan maaf menonjol. Itu bukan ironi atau promosi berbayar. Itu tulus.

 

Respons maskapai melampaui media sosial. PIA mengundang Haseeb ke Pakistan untuk menghadiri Pakistan Travel Mart Expo di Karachi. Bagi seseorang yang keterikatannya pada maskapai itu sudah lama bersifat pribadi dan emosional, gestur itu sangat berarti.

 

Haseeb menerima penghargaan dari Country Manager PIA untuk Kanada, Mr. Shahzeb Quraishi, berupa perisai PIA dan koper kerja.

 

Termotivasi oleh respons tersebut, Haseeb terus menyempurnakan konsepnya. Ia kemudian memperbarui mobil untuk mencerminkan branding baru PIA dan menambahkan grafik garis waktu yang menampilkan perkembangan armada maskapai, mencantumkan jenis pesawat bersanding dengan tahun mereka diinduksi.

 

Gairah, Bukan Promosi

 

Kemana pun Haseeb pergi, reaksinya sama. Orang berhenti, menatap, bertanya, dan mengambil foto. Mobil itu memicu percakapan dengan sesama penggemar penerbangan maupun orang yang penasaran, mengubah urusan sehari-hari menjadi kesempatan untuk membicarakan penerbangan, warisan, dan warisan PIA.

 

Namun, tidak semua orang mendukung. Mengingat reputasi PIA, Haseeb menghadapi skeptisisme. Beberapa orang berasumsi antusiasmenya pasti diberi imbalan, bahwa ia dibayar atau menerima keuntungan sebagai imbalan atas kesetiaannya. Haseeb cepat menolak narasi itu. Ia menegaskan bahwa pengabdiannya tulus, berakar pada sejarah keluarga dan hasrat pribadi, bukan kompensasi.

 

“Ini adalah cara untuk menunjukkan apresiasi bukan hanya kepada maskapai asal keluarga saya, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan atas semua kerja yang dilakukan kakek saya untuk PIA. Tidak mudah baginya meninggalkan posisi yang mapan di Inggris dan kembali ke Pakistan, namun ia tetap memberikan begitu banyak kontribusi kepada PIA. Ini adalah hal paling kecil yang bisa saya lakukan,” kata Haseeb.

 

Haseeb bersama juru bicara PIA, Mr. Abdullah Hafeez, setelah diundang ke kantor pusat di Karachi.

 

Di Toronto, Haseeb dikenal sebagai "Duta Merek PIA," meskipun gelar itu tidak resmi. Tidak ada kontrak dan tidak ada tanggung jawab formal; sebaliknya, itu adalah peran yang didefinisikan oleh visibilitas dan gairah. Melalui mobilnya, keberadaan onlinenya, dan percakapannya, ia mempromosikan PIA secara organik di seluruh Toronto dan bahkan di wilayah yang lebih luas di Amerika Utara.

 

Masa Depan

 

Melihat ke depan, Haseeb tetap optimistis tentang masa depan PIA, terutama di tengah proses privatisasi yang sedang berlangsung. Pada Desember 2025, pemerintah Pakistan menjual 75% saham maskapai nasional itu kepada Arif Habib Group seharga $482 million. Grup tersebut memperoleh kendali atas operasi dan aset PIA sementara pemerintah mempertahankan kepemilikan 25% dan mengambil alih sebagian besar utang warisan. Meski menarik, Haseeb mengakui bahwa pemulihan PIA akan memakan waktu. Bagaimanapun, ia yakin maskapai itu bisa kembali ke posisi semula, terutama mengingat rencana Arif Habib Group untuk mempertahankan dan mengembangkan merek PIA yang dicintai.

 

Adapun masa depannya sendiri, Haseeb berharap gairahnya suatu hari membawa dirinya kembali ke titik awal. Jika ada peluang di Kanada atau Amerika Serikat, ia ingin sekali bekerja untuk PIA, khususnya di operasi darat, keselamatan udara, atau manajemen. Itu akan menjadi kelanjutan dari warisan keluarga, yang dimulai puluhan tahun lalu di lantai teknik sebuah maskapai nasional yang sedang bangkit.

 

 

Untuk saat ini, penghormatannya terus berjalan, menarik perhatian dan memulai percakapan di mana pun mobil itu melintas. Hal itu menjadi pengingat bahwa bagi beberapa orang, maskapai adalah warisan hidup, yang diteruskan oleh mereka yang menolak membiarkan kisahnya memudar.

 AeroXplorer is on Telegram! Subscribe to the AeroXplorer Telegram Channel to receive aviation news updates as soon as they are released. View Channel 
Hadi Ahmad
Lifelong aviation enthusiast raised in Central Illinois. 777 is the best plane BTW.

Comments (0)

Add Your Comment

SHARE

TAGS

CERITA Pakistan International Airlines PIA Haseeb Khan Toronto Perjalanan Maskapai Penggemar Mobil

RECENTLY PUBLISHED

Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara. Berita READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín. Berita READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi. Berita READ MORE »


SHOP

$2999
NEW!AeroXplorer Aviation Sweater Use code AVGEEK for 10% off! BUY NOW