Seorang hakim federal di Michigan memicu perdebatan di seluruh industri penerbangan dengan menjatuhkan hukuman masa percobaan kepada seorang pria yang oleh para jaksa digambarkan sebagai "penumpang dari neraka." Mohamed Ali, yang berulang kali menggigit seorang pramugari dan melecehkan secara seksual seorang penumpang lain selama amukan yang dipicu alkohol, tidak akan menjalani hukuman penjara meskipun menghadapi hukuman maksimum menurut undang-undang 20 tahun penjara.
{{AD}}
Keringanan atas Penyerangan di Udara
Hakim Distrik AS Matthew F. Leitman menyampaikan putusan akhir pada 12 Maret 2026, menjatuhkan masa percobaan selama tiga tahun kepada Ali.
Meskipun kejahatan mengganggu anggota awak pesawat merupakan pelanggaran federal yang serius, hukuman penjara ternyata masih terbilang jarang. Ali diperintahkan menyelesaikan 150 jam kerja bakti dan dilarang keras memiliki atau mengonsumsi alkohol. Selain itu, pengadilan menjatuhkan larangan terbang pada penerbangan komersial, dengan pengecualian sempit hanya untuk hadir di pengadilan atau mengunjungi keluarganya di Yaman.

Anatomi Mimpi Buruk di Ketinggian
Dokumen pengadilan menggambarkan penerbangan itu secara mengerikan; semuanya bermula ketika Ali dilaporkan mengonsumsi anggur senilai sekitar $100 di sebuah bar di bandara JFK sebelum naik pesawat.
Situasi memburuk sebelum roda pun meninggalkan landasan. Ali dituduh menyentuh rambut, lengan, dan payudara seorang penumpang wanita secara tidak pantas.
Ketika seorang pramugari berusaha turun tangan dan meredakan situasi, interaksi itu berubah menjadi fisik. Ali dilaporkan menerjang anggota kru tersebut dan menggigit tangan anggota kru itu berkali-kali.
“Sambil melaju ratusan mil per jam di udara dalam tabung logam yang sempit, terdakwa melancarkan kampanye perilaku kasar yang dipicu alkohol yang membahayakan penumpang lain dan staf penerbangan,” tulis jaksa federal dalam memorandum pemidanaan.
Kekacauan berlanjut setelah pesawat mengudara. Ali dilaporkan mengamuk, meneriakkan umpatan, dan memukul kursi di depannya. Dalam upaya putus asa menjaga keselamatan, anggota kru dan "Good Samaritans" menggunakan pembatas fleksibel untuk menahannya. Namun, Ali berhasil melepaskan diri dari pembatas itu dua kali, dan melanjutkan perilaku agresifnya hingga pesawat mendarat di Detroit.
{{REC}}
"Tidak Mengingat" Kekacauan
Setelah penangkapannya di Detroit Metropolitan Airport, Ali mengatakan kepada penyidik bahwa ia tidak ingat kejadian yang berlangsung selama penerbangan. Meski mengaku jarang minum, ia mengakui bahwa perilakunya berubah secara signifikan ketika berada di bawah pengaruh alkohol.
Para jaksa pada akhirnya tidak menentang hukuman masa percobaan, mengakui bahwa perilaku Ali selama penerbangan tampak sebagai insiden terisolasi daripada cerminan dari karakter biasanya. Namun, mereka tetap tegas mengenai besarnya ancaman yang ditimbulkannya, dengan menyatakan:
“Ali menyerang seorang penumpang di dekatnya, menggigit seorang pramugari beberapa kali, dan menendang serta berteriak sebelum staf penerbangan dan Good Samaritans membantu menahannya. Bahkan setelah itu, Ali terus melawan pembatasannya selama sisa penerbangan.”
Putusan ini menjadi pengingat tegas akan tantangan yang terus dihadapi FAA dan maskapai internasional ketika mereka bergulat dengan gelombang insiden penumpang yang tidak tertib. Sementara sistem hukum sering mengutamakan rehabilitasi bagi pelanggar pertama kali, komunitas penerbangan terus menyerukan deterrent yang lebih ketat untuk melindungi mereka yang bekerja di garis depan langit.
{{AD}}
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA Penumpang Rusuh JetBlue Keselamatan Penerbangan Pengadilan Federal Hukum PerjalananRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »