Status Dubai sebagai persimpangan penerbangan terkemuka di dunia mengalami pergeseran besar hari ini ketika General Civil Aviation Authority (GCAA) mengambil langkah belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang semua maskapai asing dari ruang udara kota.
Langkah drastis ini menyusul serangan drone yang mengenai tangki penyimpanan bahan bakar penting di Dubai International Airport (DXB) pada dini hari Senin, sebuah peristiwa yang mengguncang industri perjalanan global dan secara efektif memutus salah satu jalur transit paling vital di dunia.
Serangan itu, yang terjadi sekitar pukul 04:00 waktu setempat, menyebabkan kebakaran besar yang menghasilkan kolom asap hitam di atas perimeter utara bandara.
Meskipun tim Dubai Civil Defence berhasil menguasai api tanpa ada laporan korban jiwa, dampaknya langsung dan parah.
Pada Senin malam, GCAA mengeluarkan arahan resmi kepada semua operator internasional, yang secara efektif menutup akses bagi pesawat asing.
“Izin mendarat untuk pesawat yang beroperasi ke bandara DXB/DWC di Emirat Dubai ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian bunyi pemberitahuan mendesak yang dikirimkan kepada operator asing, termasuk maskapai besar dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara. “Pihak berwenang terkait di Emirat Dubai akan memberi kabar mengenai pencabutan penangguhan izin mendarat.”

{{AD}}
Emirates dan FlyDubai
Meskipun ada larangan menyeluruh terhadap maskapai asing, maskapai nasional Emirates dan FlyDubai terus menjalankan jadwal minimal dengan prioritas tinggi.
Namun, operasi ini pun penuh dengan kendala teknis.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan adanya kekurangan bahan bakar yang signifikan di DXB setelah ledakan tangki, memaksa jet jarak jauh melakukan "pit stop teknis" hanya untuk bisa meninggalkan negara itu.
Sejumlah penerbangan Emirates yang berangkat menuju Eropa dan India pada Senin malam terlihat dialihkan ke Dubai World Central (DWC) dan Abu Dhabi (AUH) tak lama setelah lepas landas.
Perpindahan singkat ini dilaporkan diperlukan agar pesawat besar Boeing 777 dan Airbus A380 dapat mengisi bahan bakar yang cukup untuk melanjutkan perjalanan mereka, karena jalur pasokan utama di DXB masih terganggu.
Dalam pernyataan resmi, juru bicara Emirates menekankan komitmen maskapai terhadap keselamatan selama krisis ini:
“Keselamatan dan keamanan penumpang serta kru kami tetap menjadi prioritas tertinggi dan tidak akan dikompromikan.”

Krisis Regional dan Operasi Tidak Terjadwal
Larangan ini merupakan pukulan telak bagi maskapai internasional, khususnya yang berasal dari India, yang menyumbang hampir 30% lalu lintas internasional Dubai.
Maskapai seperti IndiGo dan Air India terpaksa membatalkan ratusan penerbangan.
Sebagai respons, serangkaian operasi tidak terjadwal bergaya "evakuasi" telah disetujui untuk besok, 17 Maret, guna membantu memulangkan penumpang yang terdampar, meskipun operasi ini tetap bergantung pada ketersediaan slot yang ketat dan situasi keamanan yang berubah-ubah.
| No. Penerbangan | Rute | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|
| EK 1 (T) | DXB – AUH (Berhenti Teknis) – LHR | 07:45 | 13:15 | 8h 30m | Harian (Sementara) |
| AI 1962 | DXB – DEL (Tidak Terjadwal) | 21:00 | 02:15 (+1) | 3h 45m | 17 Maret |
| EK 31 (T) | DXB – DWC (Berhenti Teknis) – LHR | 11:20 | 17:05 | 8h 45m | Harian (Sementara) |
| IX 1344 | DXB – CCJ (Tidak Terjadwal) | 14:30 | 19:50 | 3h 50m | 17 Maret |
| EK 75 (T) | DXB – JED (Berhenti Teknis) – CDG | 15:00 | 21:30 | 9h 30m | Harian (Sementara) |
| AI 1904 | DWC – BOM (Tidak Terjadwal) | 18:15 | 22:45 | 3h 00m | 17 Maret |
{{REC}}
Latar Keamanan
Insiden drone ini adalah eskalasi terbaru dalam konflik regional yang telah melanda Teluk sejak akhir Februari.
Meskipun sistem pertahanan berlapis UAE telah mencegat ratusan proyektil dalam beberapa pekan terakhir, serangan yang berhasil menarget infrastruktur bahan bakar menyoroti titik rentan dalam logistik penerbangan.
Seiring maskapai asing seperti British Airways, KLM, dan United Airlines menangguhkan layanan mereka untuk waktu yang tidak ditentukan, pertanyaannya tetap: berapa lama Dubai bisa mempertahankan reputasinya sebagai "open skies" sementara tanah di bawah jalur pasokan bahan bakarnya tetap terancam?
{{AD}}
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA Dubai DXB Mogok GCAA Larangan Maskapai Emirates FlyDubai Keamanan Penerbangan Breaking Travel News Middle East Conflict Penerbangan Perjalanan RuteRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »