Pejabat U.S. Central Command mengonfirmasi hari ini bahwa keenam personel yang berada di atas KC-135 Stratotanker tewas setelah sebuah insiden di udara yang katastrofik di barat Irak. Kecelakaan itu, yang terjadi saat misi tempur pada malam 12 Maret, merupakan insiden tunggal paling mematikan bagi U.S. Air Force sejak dimulainya Operation Epic Fury pada 28 Februari.

{{AD}}
Malam Mematikan di Atas Wilayah Sekutu
Tragedi itu berlangsung sekitar pukul 9:00 p.m. waktu setempat ketika dua tangker pengisian bahan bakar Boeing KC-135 terlibat dalam apa yang diyakini penyidik sebagai tabrakan di udara. Sementara satu pesawat jatuh ke gurun dekat kota perbatasan Irak-Yordania Turaibil, pesawat kedua berhasil melakukan pendaratan darurat yang mendebarkan.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan tangker yang selamat tampak menyiarkan kode darurat 7700 sebelum mendarat di Bandara Ben Gurion di Israel. Gambar di media sosial, yang kemudian dikutip oleh analis penerbangan, tampak menunjukkan pesawat yang selamat kehilangan sebagian besar stabilisator vertikalnya.
"Insiden itu terjadi di atas wilayah sekutu di barat Irak saat awak sedang menjalankan misi tempur," kata Air Force Gen. Dan Caine, Ketua Joint Chiefs of Staff, dalam pengarahan di Pentagon pada hari Jumat. "Mohon doakan para penerbang pemberani ini, keluarga mereka, teman-teman, dan unit-unit mereka dalam beberapa jam dan hari mendatang."
{{REC}}
Tanggapan Resmi dan "Kekacauan Perang"
Menteri Pertahanan Pete Hegseth menanggapi kehilangan tersebut dengan nada suram, menekankan risiko yang melekat pada operasi berintensitas tinggi. Hegseth mengatakan kepada wartawan, "Perang itu neraka, perang itu kekacauan, dan seperti yang kita lihat kemarin dengan kecelakaan tragis tanker KC-135 kami, hal buruk bisa terjadi. Pahlawan Amerika, semuanya."
Meskipun klaim dari media negara Iran dan kelompok yang berafiliasi dengan IRGC yang menyatakan pesawat itu ditembak oleh rudal, CENTCOM bersikukuh pada penilaiannya. Pernyataan resmi yang dirilis hari ini menjelaskan:
"Kondisi insiden ini sedang diselidiki. Namun, hilangnya pesawat itu bukan disebabkan oleh tembakan musuh maupun tembakan rekan (friendly fire)."

Rincian Utama Insiden
| Rincian | Fakta |
|---|---|
| Tipe Pesawat | Boeing KC-135 Stratotanker |
| Lokasi | Barat Irak (dekat Turaibil) |
| Korban Jiwa | 6 tewas dikonfirmasi |
| Jenis Misi | Pengisian bahan bakar tempur (Operation Epic Fury) |
| Penyebab yang Diduga | Tabrakan di udara (Sedang Diselidiki) |
{{AD}}
Konteks Operation Epic Fury
Kehilangan KC-135 itu menjadikan total korban tewas AS dalam konflik saat ini sebanyak 13. Insiden ini merupakan pesawat berawak keempat yang hilang dalam hanya dua minggu, menyusul insiden friendly-fire pada 1 Maret di mana pertahanan udara Kuwait keliru menembak jatuh tiga F-15E Strike Eagle.
Armada KC-135, tulang punggung pengisian bahan bakar udara Amerika selama lebih dari enam dekade, telah didorong hingga batasnya selama kampanye melawan Iran. Dengan usia rangka rata-rata lebih dari 60 tahun, keandalan tanker era Eisenhower ini kembali menjadi sorotan ketat para analis pertahanan.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA USAF KC-135 Tabrakan di Udara Keselamatan Penerbangan Operation Epic FuryRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »