DUBAI, Uni Emirat Arab, 3 Maret 2026 — Puluhan ribu penumpang maskapai tetap terdampar di seluruh kawasan Teluk setelah penutupan mendadak sejumlah hub penerbangan besar akhir pekan lalu, tetapi bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial, harga untuk keluar telah mencapai puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Saat bandara internasional utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha berjuang memulihkan operasi terbatas menyusul eskalasi keamanan regional, muncul pasar sekunder yang panik untuk sewa jet pribadi, dengan beberapa pelancong dilaporkan membayar hingga $350,000 untuk satu penerbangan ke Eropa.
Kekacauan dimulai pada 28 Februari 2026, ketika ruang udara UEA ditutup sebagian sebagai "langkah kehati-hatian luar biasa" di tengah ketegangan regional yang berkembang pesat. Sementara Dubai International Airport (DXB) mulai melakukan pemulihan layanan secara "bertahap dan terbatas" kemarin malam, tumpukan lebih dari satu juta penumpang yang terdampak membuat tiket komersial nyaris tidak mungkin didapatkan.

{{AD}}
Pelarian Besar
Dengan sebagian besar armada komersial masih berada di darat atau beroperasi pada kapasitas minimal, pelancong menyewa perusahaan keamanan swasta untuk mengangkut mereka lewat darat ke Muscat, Oman, atau Riyadh, Arab Saudi. Kota-kota ini menjadi titik keberangkatan utama bagi mereka yang ingin menyewa pesawat ke London, Paris, atau Porto.
Para pemimpin industri melaporkan bahwa kelangkaan pesawat yang tersedia telah mendorong harga hampir tiga kali lipat tarif normal. “Permintaannya sangat besar, dan kami tidak bisa menyediakan cukup banyak pesawat untuk memenuhi permintaan tersebut,” kata Altay Kula, Kepala Eksekutif broker jet pribadi berbasis di Prancis JET-VIP.
Kula mencatat bahwa sewa pesawat biasa untuk 16 penumpang dari Riyadh ke Portugal, yang biasanya berbiaya sekitar $115,000, kini mematok harga dua kali lipat angka tersebut. “Kenaikan biaya ini mencerminkan kelangkaan pesawat, biaya reposisi, serta penilaian risiko operator. Jadi ini bukan penentuan harga yang spekulatif,” tambahnya.
{{REC}}
Tekanan dan Kelangkaan di Hub Alternatif
Jumlah besar pelancong yang berusaha menghindari penutupan Dubai telah memberikan tekanan besar pada infrastruktur di negara tetangga. Muscat International Airport dilaporkan "sangat penuh", dengan broker sewa pesawat kesulitan menemukan slot parkir untuk jet yang tiba.
Elie Hanna, CEO kantor regional Air Charter Service untuk Timur Tengah, menggambarkan suasana logistik yang penuh tekanan: “Semua orang sedang tertekan. Sejujurnya, semua orang berusaha menampung sebanyak yang mereka bisa. Bandara Muscat kelebihan beban dengan penerbangan, dan semua orang tertekan.”
Bagi mereka yang tidak mampu membayar label harga enam digit untuk penerbangan pribadi, menunggu tetap menjadi pilihan. Maskapai seperti Air India dan Finnair memperpanjang penangguhan penerbangan mereka hingga akhir Maret, sementara raksasa lokal seperti Emirates hanya mengoperasikan beberapa layanan "repatriasi" bagi mereka yang sudah memiliki pemesanan.

Foto: AeroXplorer/ Dalton Hoch
{{AD}}
Repatriasi Khusus dan Operasi Udara Terbatas (3 Maret 2026)
Penerbangan berikut telah resmi diizinkan sebagai bagian dari pemulihan operasi bertahap awal atau sebagai layanan repatriasi khusus untuk membantu pelancong yang terdampar.
| No. Penerbangan | operator | Rute | Waktu Keberangkatan | Waktu Kedatangan | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 6E 1024 | IndiGo | Jeddah (JED) – Mumbai (BOM) | 03:30 | 11:00 | 5h 00m | Khusus 3 Maret |
| 6E 1026 | IndiGo | Jeddah (JED) – Hyderabad (HYD) | 04:15 | 12:20 | 5h 35m | Khusus 3 Maret |
| 6E 1028 | IndiGo | Jeddah (JED) – Ahmedabad (AMD) | 05:00 | 12:45 | 5h 15m | Khusus 3 Maret |
| EK 506 | Emirates | Dubai (DXB) – Mumbai (BOM) | 21:50 | 02:15+1 | 2h 55m | Terbatas (Hanya Terpilih) |
| SG 91 | SpiceJet | Dubai (DWC) – Delhi (DEL) | 23:30 | 04:10+1 | 3h 10m | Layanan Repatriasi |
{{AD}}
Ujian Kritis bagi Ketahanan Penerbangan
Analis penerbangan mengatakan krisis ini merupakan gangguan paling parah terhadap perjalanan di Teluk sejak pandemi 2020. Kemampuan "Tiga Besar"—Emirates, Etihad, dan Qatar Airways—untuk menormalkan jadwal mereka akan sangat bergantung pada stabilisasi ruang udara regional. Untuk saat ini, langit di atas Dubai tetap tidak biasanya sunyi, kecuali gelegar sesekali jet pribadi yang membawa beberapa orang yang mampu pergi.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
BERITA Bandara Dubai DXB Jet Pribadi Emirates Wisatawan Terdampar IndiGo SpiceJet Penerbangan Perjalanan RuteRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »