MEMPHIS, TN — Perpecahan tajam muncul antara dua raksasa logistik terbesar dunia saat mereka menavigasi masa depan kargo ikonik McDonnell Douglas MD-11.
Strategi yang berbeda ini muncul tepat tiga bulan setelah kecelakaan tragis UPS Flight 2976. Pada 4 November 2025, kargo MD-11 dengan registrasi N259UP mengalami pemisahan katastropik mesin nomor satu (kiri) dan pylon saat laju lepas landas di Louisville Muhammad Ali International Airport. Pesawat itu hanya naik sekitar 30 kaki sebelum menabrak kawasan industri, yang mengakibatkan hilangnya ketiga awak dan 12 orang di darat.
Setelah bencana tersebut, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan Emergency Airworthiness Directive yang mengandangkan seluruh armada MD-11 global untuk inspeksi segera. Bagi UPS, keputusan untuk mundur bersifat final.
“We have decided to accelerate our plans and retire all MD-11 aircraft in our fleet,” kata CEO UPS Carol Tomé selama panggilan laporan keuangan kuartal ke-4 2025 perusahaan pada 27 Januari. “We believe these actions are consistent with building a more efficient global network positioned for growth, flexibility and profitability.”

Foto: AeroXplorer/ Dalton Hoch
{{AD}}
Taruhan FedEx
Bertentangan dengan pesaingnya, FedEx menunjukkan "keyakinan yang teguh" terhadap kelaikudaraan MD-11, asalkan protokol pemeliharaan yang ketat dipenuhi. Maskapai berbasis Memphis itu, yang mengandangkan 29 MD-11 yang tersisa pada November, melaporkan bahwa pengandangan tersebut telah menggerus laba sekitar $175 juta karena tingginya biaya penyewaan "short-term lift" sebagai solusi sementara.
Pejabat FedEx mengonfirmasi hari ini, 2 Februari 2026, bahwa mereka bekerja sepanjang waktu dengan Boeing dan FAA untuk melakukan pemindaian arus eddy frekuensi tinggi lanjutan serta Pengujian Tanpa Perusakan pada sambungan wing-spar dan pylon armada.
“We continue to work with Boeing and the FAA to address any required inspection and maintenance that may be needed to return our MD-11 aircraft safely to service,” kata seorang juru bicara FedEx awal minggu ini.

Foto: AeroXplorer/ Dalton Hoch
Temuan NTSB
Investigasi kecelakaan UPS berfokus pada integritas struktural dudukan mesin. Laporan terbaru National Transportation Safety Board (NTSB) mengungkap bahwa penyidik menemukan retakan kelelahan pada rakitan bantalan sferis, sebuah komponen yang pernah ditandai Boeing dalam surat layanan lebih dari satu dekade lalu.
Meskipun Boeing pada waktu itu menilai bahwa masalah tersebut tidak akan menimbulkan "safety of flight condition," kecelakaan di Louisville memaksa evaluasi ulang struktur Trijet yang menua. FedEx meyakini kemampuan pemeliharaan internalnya yang unggul di "SuperHub" Memphis akan memungkinkan mereka mengurangi risiko ini lebih efektif daripada UPS, yang sudah berada pada tahap akhir penghentian operasionalnya.
{{REC}}
Pembaruan Operasi Udara
Tabel berikut menggambarkan transisi saat UPS menggantikan kapasitas MD-11 yang hilang dengan Boeing 767-300F yang lebih baru dan FedEx menargetkan kebangkitan armadanya.
| Tanggal Mulai | No. Penerbangan | Rute | Waktu Berangkat | Waktu Tiba | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| May 31, 2026 | FX Restart | Memphis (MEM) – Pusat Global | Varies | Varies | Long-Haul | Sen–Jum |
| Feb 15, 2026 | 5X 2184* | Louisville (SDF) – Ontario (ONT) | 4:30 AM | 6:15 AM | 4h 45m | Harian |
| Mar 02, 2026 | 5X 2090* | Louisville (SDF) – Honolulu (HNL) | 5:10 PM | 9:55 PM | 9h 45m | Sel, Kam, Sab |
*Catatan: Operasi UPS (5X) menandakan transisi ke kapasitas Boeing 767-300F baru menyusul pensiun MD-11. Kembalinya FedEx (FX) tetap merupakan pemulihan bertahap yang dimulai 31 Mei.

Foto: AeroXplorer/ Nathan Francois
{{AD}}
Upaya "DRIVE" untuk Efisiensi
Bagi UPS, pensiun tersebut menghasilkan penghapusan nilai non-tunai sebesar $137 juta tetapi membuka jalan bagi 18 kargo Boeing 767 baru yang akan tiba sepanjang 2026. Bagi FedEx, MD-11 tetap menjadi bagian penting dari inisiatif penghematan biaya "DRIVE", menyediakan "high-payload middle gear" yang saat ini tak tergantikan dalam jaringan mereka tanpa belanja modal yang signifikan.
Seiring industri mendekati tenggat 31 Mei, semua mata akan tertuju pada FAA untuk melihat apakah Trijet legendaris itu akan diizinkan kembali menguasai langit malam di atas Memphis.
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
CERITA UPS FedEX McDonnell Douglas MD11 Trijet Pesawat Kargo Penerbangan Kargo FAA Boeing Pemeliharaan Kelaikan UdaraRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »